Kejuaraan Taekwondo “Festival Pemuka”

Selamat kepada Patrisius yang berhasil meraih Medali Emas kejuaraan dalam ajang “Festival Pemuka” yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 Juni 2025 di Gelora Taekwondo Indonesia
Teruslah mencetak prestasi !

Selamat kepada Patrisius yang berhasil meraih Medali Emas kejuaraan dalam ajang “Festival Pemuka” yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 Juni 2025 di Gelora Taekwondo Indonesia
Teruslah mencetak prestasi !


Sejumlah 27 mahasiswa Prodi Arsitektur melakukan Kuliah Lapangan di PT. Daikin Airconditioning Indonesia yang beralamat di Jl. Kombes Pol. Moh. Duryat No. 29 – 31, Tegalsari, Kota Surabaya pada Senin, 23 Juni 2025.
PT. Daikin Airconditioning Indonesia bergerak pada bidang HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), khususnya dalam industri AC. Mereka memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan solusi tata udara untuk berbagai kebutuhan, baik hunian, komersial, maupun industri. Mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang product knowledge perusahaan. Tidak hanya menerima materi di ruangan, mahasiswa juga diajak berkeliling area kantor PT. Daikin Airconditioning Indonesia untuk melihat langsung bagaimana sistem Airconditioning diterapkan dalam berbagai zona kantor, termasuk area kerja, ruang pertemuan, dan area publik.

Senin, 9 Juni 2025 bertempat di ruangan kelas VL 6C Universitas Katolik Darma Cendika, sebanyak 18 mahasiswa Prodi Arsitektur melakukan presentasi sarasehan Andyrahman Architect dengan 3 tema objek yang telah ditentukan oleh para Bapak Ibu dosen yaitu diantaranya : Masjid, Kantor Andyrachman Architect, dan Rumah Tinggal. Masing-masing kelompok menjelaskan salah satu fokusan objek tersebut didepan Bapak Ibu dosen
Selain presentasi mahasiswa, dilakukan pula diskusi terbuka antara dosen dan mahasiswa. Acara berlangsung dengan lancar dan mahasiswa bisa mendapatkan saran serta ilmu baru.


Pada Senin, 26 Mei 2025 telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan ke Andyrahman Architect oleh mahasiswa dan dosen Prodi Arsitektur Universitas Katolik Darma Cendika. Kuliah Lapangan tersebut untuk mempelajari 2 bangunan yaitu Kantor Andyrahman Architect dan Masjid Al-Fattah. Selain bangunan, juga ditampilkan beberapa proyek yang ditampilkan, seperti Rumah Kampung, Romah Bata, dan Musholla Al-Irsyad yang disusuh menggunakan batu bata dengan memasukkan nilai estetika.
Tujuan dilakukan Kuliah lapangan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan dengan hanya belajar di kelas. Sehingga pengalaman lapangan membantu mahasiswa memahami teori yang telah dipelajari dan memperkuat kemampuan analisis mereka.


Kunjungan ke perum YKP bersama Prof Ir. Johan Silas, mahasiswa prodi arsitektur ukdc belajar arti profesionalisme yang berpihak ke pengguna perumahan bukan hanya mengejar keuntungan semata, profesional membangun rumah rakyat yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan menjadi tujuan penyedia pembangunan.

Selamat kepada mahasiswa Arsitektur yang telah meraih mahasiswa berprestasi pada Semester Gasal 2024 / 2025 yaitu Patrisius, Firdausi, dan Odo Grean Kaesar
Tetap semangat dan tingkatkan prestasimu!


Kuliah lapangan mahasiswa arsitektur Darma Cendika bersama alumni Darma Cendika. Bapak Yakobus membagi ilmu ketukangan di lapangan. Kuliah lapangan menjadi salah satu metode belajar di prodi arsitektur ukdc. Mahasiswa lebih tertarik dan lebih mudah mengingat ketika belajar langsung di lapangan. Kuliah tidak harus di dalam kelas, laboratorium arsitektur yang sebenarnya ada di lapangan.

Selamat Hari Raya Paskah 2025!
Semoga berkat sukacita kebangkitan Kristus selalu beserta kita semua!

Selamat kepada mahasiswa Prodi Arsitektur yang berhasil meraih kejuaraan dalam ajang “Kejuaraan Taekwondo Kota Surabaya” yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 Februari 2025 kepada mahasiswa :
1. Patrisius / Juara 1 M-Kyorugi
2. Gobryas Sapeibu / Juara 1 M-Kyorugi
Teruslah berkarya & semoga selalu berhasil!


Jumat, 31 Januari 2025 Prodi Arsitektur baru saja mengadakan kegiatan tahunan mahasiswa dan dosen yaitu Studi Ekskursi 2.0 ke Kota Mojokerto selama 1 hari. Destinasi utama kegiatan Studi Ekskursi 2.0 Mojokerto adalah Desa Bejijong, Candi Tikus, dan Museum Trowulan. Peserta Studi Ekskursi 2.0 Mojokerto berjumlah 48 mahasiswa.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Desa Bejijong, di sana merupakan tempat pembuatan batu bata yang digunakan untuk bangunan pagar-pagar dan juga patung sebagai upaya melestarikan budaya, di Desa Bejijong sendiri juga memproduksi cincin dari besi dan mahasiswa Prodi Arsitektur diajak juga untuk mempraktikkan pembuatan cincin tersebut. Semua bangunan pada Desa Bejijong sudah banyak yang dipugar, namun hanya Gapura Depan Desa Bejijong saja yang tidak pernah diganti sejak awal dibangun.
Selanjutnya mahasiswa dan dosen mengunjungi Candi Tikus, dijelaskan tentang bagaimana Candi Tikus berisikan air yang berasal dari gunung ke bawah dan mempunyai kedalaman 5 meter dari permukaan tanah. Di dalam air tersebut, ada sekat untuk mandi atau sekedar basuh kaki. Mengapa bisa disebut sebagai “Candi Tikus” karena dahulu di lumbung desa sekitar candi terdapat banyak tikus maka warga setempat menamakannya “Candi Tikus”. Candi Tikus dahulu digunakan sebagai tempat pemandian putri, untuk tempat pemandiannya sendiri dibagi menjadi beberapa tingkatan tergantung lebar dan ukurannya.
Terakhir menuju ke Museum Trowulan yang dibagi menjadi :
Lorong ke-1 berisi tentang prasasti yang menceritkan kisah seorang pangeran dan seorang putri yang sedang jatuh cinta dan terdapat beberapa batu yang berisi ukiran cerita cinta mereka
Lorong ke-2 terdapat sumur
Lorong ke-3 terdapat peninggalan barang-barang jaman dahulu seperti keris, alat makan, dan lain-lain.
Tujuan diadakannya Studi Ekskursi adalah agar mahasiswa mengerti sejarah dan perkembangan arsitektur bangunan yang ada di Indonesia.