Tingkatkan Kreativitas Sejak Dini, Program Studi Arsitektur UKDC Gelar Pelatihan Pembuatan Maket Rumah di Blitar

Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Darma Cendika melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan pembuatan maket rumah menggunakan stik es krim pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini bertempat di Desa Ringinrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dengan melibatkan anak-anak sekolah dasar sebagai peserta. Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur UKDC berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak melalui pengenalan dasar-dasar perancangan bangunan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia arsitektur kepada anak-anak sejak dini, khususnya mengenai proses sederhana dalam merancang dan membentuk sebuah bangunan. Pengenalan tersebut dilakukan melalui praktik langsung pembuatan maket rumah dengan memanfaatkan stik es krim sebagai bahan utama. Selain mudah digunakan, bahan ini memungkinkan anak-anak untuk mengenal proses menyusun bagian-bagian bangunan menjadi sebuah bentuk tiga dimensi secara sederhana.

Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak untuk membuat sebuah miniatur rumah, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya. Proses tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, mengenali bentuk dan susunan bangunan, serta memahami bahwa sebuah karya dapat diwujudkan melalui tahapan perencanaan dan pengerjaan yang terarah.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dua orang dosen dan dua orang mahasiswa dari Program Studi Arsitektur UKDC. Kegiatan tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dengan Sanggar Gayatri Mahadewi Budaya Jolosutro serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKDC. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan mitra dalam mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Desa Ringinrejo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan maket rumah. Anak-anak diberikan penjelasan mengenai fungsi stik es krim sebagai material utama untuk membentuk bagian-bagian rumah sederhana. Melalui pengenalan ini, peserta memperoleh gambaran awal mengenai bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah karya kreatif.

Selanjutnya, dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur UKDC memberikan arahan mengenai tahapan pembuatan maket. Anak-anak didampingi untuk memahami proses menyusun stik es krim secara bertahap hingga membentuk bagian-bagian rumah. Dalam proses tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya ketelitian, kesabaran, dan kerapian agar material yang digunakan dapat tersusun menjadi bentuk yang sesuai dengan rancangan.

Pendampingan dilakukan selama proses pengerjaan berlangsung sehingga anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan dengan lebih mudah. Dosen dan mahasiswa turut membantu memberikan arahan ketika peserta mengalami kesulitan dalam menyusun material maupun membentuk bagian rumah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa maket, tetapi juga pada proses belajar yang dialami oleh setiap peserta.

Melalui metode pembelajaran berbasis praktik, anak-anak dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam membuat sebuah karya tiga dimensi. Mereka belajar bahwa untuk menghasilkan sebuah bentuk bangunan, diperlukan proses penyusunan bagian-bagian yang saling berkaitan. Pengalaman tersebut menjadi pengenalan awal terhadap cara berpikir dalam bidang arsitektur, yang melibatkan kreativitas, perencanaan, dan pemahaman terhadap bentuk serta ruang.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak sekolah dasar di Desa Ringinrejo menunjukkan semangat dan antusiasme dalam mengikuti pelatihan. Mereka terlibat secara langsung dalam proses pembuatan maket rumah menggunakan stik es krim dengan bimbingan dosen dan mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung secara interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar sekaligus mencoba menuangkan gagasan mereka melalui kegiatan praktik.

Antusiasme tersebut terlihat dari keterlibatan anak-anak dalam mengikuti arahan dan menyelesaikan tahapan pembuatan maket. Dengan menggunakan bahan sederhana, peserta diajak untuk mengeksplorasi kemungkinan bentuk dan susunan material menjadi sebuah miniatur rumah. Aktivitas ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus belajar melalui pengalaman langsung.

Selain mengembangkan kreativitas, pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melatih keterampilan motorik halus melalui kegiatan menyusun dan menata stik es krim. Proses pengerjaan maket turut mendorong mereka untuk lebih teliti dalam menempatkan material serta memahami pentingnya mengikuti tahapan kerja. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran mengenai arsitektur dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan anak-anak. Arsitektur tidak hanya berkaitan dengan bangunan yang sudah berdiri, tetapi juga mencakup proses membayangkan, merencanakan, menyusun, dan mewujudkan sebuah ide menjadi bentuk nyata. Melalui pembuatan maket, konsep tersebut dapat dikenalkan dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh peserta usia sekolah dasar.

Pelatihan pembuatan maket rumah ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Program Studi Arsitektur UKDC dalam melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui kegiatan edukatif ini, ilmu dan keterampilan yang dipelajari di lingkungan perguruan tinggi dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk aktivitas yang aplikatif dan mudah diikuti.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Selain menjalankan peran sebagai pendamping, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pengabdian, berinteraksi dengan masyarakat, serta menerapkan kemampuan komunikasi dan pendampingan dalam proses pembelajaran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

Kolaborasi bersama Sanggar Gayatri Mahadewi Budaya Jolosutro dan LPPM UKDC turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya menghadirkan aktivitas yang bermanfaat bagi anak-anak. Melalui kerja sama tersebut, kegiatan pengabdian diharapkan tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta.

Lebih jauh, pengenalan keterampilan kreatif sejak usia dini memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat dan potensi mereka. Kegiatan seperti pembuatan maket dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang menggabungkan unsur seni, keterampilan, dan pengenalan terhadap lingkungan binaan. Dengan memanfaatkan bahan sederhana, anak-anak dapat belajar bahwa sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi karya nyata melalui proses yang terencana.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Ringinrejo, Kabupaten Blitar, Program Studi Arsitektur UKDC berharap dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan kegiatan edukasi yang kreatif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengalaman membuat maket rumah diharapkan menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk semakin berani berimajinasi, mengembangkan kreativitas, dan mengenal dunia arsitektur dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi ilmu dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui aktivitas sederhana yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, mencoba, dan berkarya. Dengan semangat pengabdian, Program Studi Arsitektur UKDC berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan potensi generasi muda sejak dini.
(Stephanie Chrismandani)

Dosen Prodi Arsitektur Terbitkan Buku “101+1 Architecture Survival Kit”

Program Studi Arsitektur kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui karya publikasi dosen berupa buku berjudul 101+1 Architecture Survival Kit. Buku ini hadir sebagai kontribusi dalam dunia pendidikan arsitektur dengan pendekatan yang berbeda dan lebih dekat dengan pengalaman personal mahasiswa arsitektur sebagai calon arsitek.

Di tengah banyaknya buku arsitektur yang membahas desain dari sudut pandang teori maupun praktik beserta berbagai problematikanya, 101+1 Architecture Survival Kit menawarkan perspektif yang lebih mendalam terhadap aspek personal mahasiswa. Buku ini membantu pembaca untuk “mengenali diri sendiri”, sehingga proses mendesain tidak hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi perlahan menjadi bagian integral dari hidup dan kehidupan mereka.

Buku ini mengangkat dunia desain arsitektur yang sering kali dianggap “berat dan serius” menjadi lebih ringan dan menyenangkan, khususnya bagi mahasiswa arsitektur. Dengan penyajian visual yang menarik, dipadukan ilustrasi dan kata-kata singkat yang to the point, buku ini diharapkan mampu membuka pintu eksplorasi serta mendorong kreativitas mahasiswa agar terus berkembang dalam proses perancangan.

Tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa arsitektur, buku ini juga relevan dibaca oleh kalangan yang lebih luas, seperti pendidik atau dosen, arsitek dan desainer profesional, orang tua mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap proses kreatif dalam dunia desain. Buku ini mengajak pembaca memahami pentingnya kesadaran diri dan potensi personal sebagai pijakan utama dalam berkarya dan mencipta.

Saat ini, 101+1 Architecture Survival Kit telah membuka masa Pre Order pada tanggal 18–25 Mei 2026 dengan harga khusus Pre Order sebesar Rp100.000 (belum termasuk biaya pengiriman).

Spesifikasi Buku:
204 halaman (ilustrasi + penjelasan)
Ukuran 14,8 x 21 cm
Book paper
Soft cover

Bagi yang berminat melakukan pemesanan, dapat menghubungi:
Whatsapp: 08113444734 (Dian)

Semoga terbitnya buku ini dapat menjadi inspirasi sekaligus sumber pembelajaran baru bagi mahasiswa dan seluruh insan kreatif di bidang arsitektur dan desain.

Kuliah Lapangan Mahasiswa Arsitektur di Beta Design Studio: Menggali Praktik Desain Profesional Secara Langsung

Program Studi Arsitektur kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas. Pada tanggal 22 April 2026, mahasiswa berkesempatan mengunjungi Beta Design Studio, sebuah studio desain yang bergerak di bidang arsitektur dan perancangan kreatif.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa mata kuliah inti yaitu interior yang berkaitan dengan perancangan arsitektur. Kuliah lapangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses desain, mulai dari tahap konseptual hingga implementasi di lapangan.

Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim profesional Beta Design Studio mengenai alur kerja studio, pendekatan desain yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik arsitektur kontemporer. Diskusi yang berlangsung interaktif membuka wawasan mahasiswa terkait dinamika dunia kerja, termasuk pentingnya kolaborasi tim, komunikasi dengan klien, serta adaptasi terhadap kebutuhan proyek yang beragam.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk melihat langsung beberapa portofolio proyek yang telah dikerjakan, sehingga dapat memahami bagaimana ide desain diterjemahkan menjadi karya arsitektur yang nyata. Hal ini menjadi pengalaman berharga dalam menjembatani antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik profesional di lapangan.

Kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analisis, kreativitas, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di bidang arsitektur. Selain itu, pengalaman ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan pendekatan desain yang kontekstual, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Program Studi Arsitektur berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan dunia profesi, salah satunya melalui kegiatan kuliah lapangan seperti ini.

Kunjungan ke PT. Tirtakencana Tatawarna Sidoarjo

Senin, 6 April 2026 telah dilaksanakan Kegiatan Kunjungan oleh mahasiswa Prodi Aristektur Universitas Katolik Darma Cendika ke PT. Tirtakencana Tatawarna Sidoarjo untuk melakukan Pelatihan Pengenalan Cat produk Avian.
Dihadiri oleh 10 mahasiswa & didampingin oleh 1 dosen kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB

One Day Sketch : Christmas in Architectural Harmony

Prodi Arsitektur UKDC telah mengadakan Lomba Sketch tingkat SMP dan SMA pada Selasa, 16 Desember 2025 di Universitas Katolik Darma Cendika.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari berbagai sekolah. Kegiatan ini mengangkat tema Christmas “Membingkai Natal dalam Harmoni Ruang dan Seni”

Kegiatan One Day Sketch: Christmas in Architectural Harmony hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas melalui pengenalan dasar-dasar sketsa arsitektur, komposisi bentuk, serta pengaplikasian tema Natal ke dalam desain visual

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama proses sketsa di lokasi yang telah ditentukan di sekitar Universitas Katolik Darma Cendika. Hasil sketsa peserta di tampilkan / dipamerkan di Vidya Loka Lt. 1 dan dinilai oleh dosen & karyawan serta mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika untuk memperoleh predikat Juara Favorit.

Wisuda XXVII

Wisuda adalah momen yang dinanti oleh setiap mahasiswa, puncak dari perjalanan panjang penuh perjuangan di dunia akademik. Namun, lebih dari sekadar acara seremonial, perjalanan menuju wisuda adalah pengalaman berharga yang membentuk pribadi seseorang.

Sabtu, 22 November 2025 telah berlangsung Rapat Senat Terbuka Universitas Katolik Darma Cendika tentang Wisuda Sarjana XXVII. Prodi Arsitektur mempunyai lulusan sebanyak 14 mahasiswa

The tassel was worth the hassle! You did it!
Congrats

Studi Ekskursi Malang

Kota Malang dikenal dengan keindahan alam dan arsitektur religinya, seperti Masjid Tiban Turen dan Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan. Pada 1 Agustus 2025, mahasiswa Program Studi Arsitektur UKDC mengadakan kegiatan studi ekskursi untuk memahami arsitektur religi dan warisan budaya di Malang.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen yang mengunjungi Gereja Kayutangan, masjid berlantai sepuluh, dan Kampoeng Heritage Kajoetangan. Mahasiswa belajar mengenai arsitektur kolonial serta keberagaman budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pelestarian warisan arsitektur dan nilai-nilai masyarakat.

Sidang Tugas Akhir Semester Genap 2024 – 2025

Pada hari Rabu – Kamis, 16 – 17 Juli 2025 telah dilaksanakan Sidang Tugas Akhir Semester Genap 2024 – 2025 oleh 9 mahasiswa Prodi Arsitektur dan berjalan dengan lancar. Setelah melakukan asistensi selama satu semester, mahasiswa pun dapat mencapai akhir dari perjuangannya yaitu sidang tugas akhir dengan membawa maket /representasi dari desain gambar mereka masing-masing
Selamat kepada mahasiswa!